Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 April 2010

Presiden Apresiasi Penanganan Gempa Aceh

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan kepada semua pihak, yang telah berlaku sigap dan tanggap mengatasi gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) yang mengguncang Aceh, Rabu pagi.

“Saya berterimakasih pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemda Aceh dan Sumut yang telah melakukan langkah sigap dalam merespon gempa tersebut,” katanya, sesaat sebelum bertolak ke Hanoi, Vietnam di Bandar Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu [07/04].

Yudhoyono mengungkapkaan, pihaknya telah menerima laporan dari Gubernur Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) bahwa gempa tidak berpotensi tsunami dan tidak mengakibatkan kerusakan besar. “Dan saat ini situasi sudah kembali membaik, lsitrik sudah kembali hidup,” ujar Presiden.

“Saya melihat sistem telah berjalan baik, tim Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana juga telah berjalan baik, dalam mengatasi bencana,” kata Presiden.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan, gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya, dengan pusat gempa berada di lokasi 2,30 derajat Lintang Utara dan 96,87 derajat Bujur Timur, sekitar 75 km tenggara Sinabang, dengan kedalaman 34 km.

BMKG mencatat, gempa susulan juga terus terjadi, antara lain pukul 05.26 dengan kekuatan 5,1 SR yang berada sekitar 60 km tenggara Sinabang dan pada pukul 05.28 dengan kekuatan 5,2 SR dengan pusat gempa sekitar 3,2 km timur laut Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Guncangan gempa yang menghantam Kabupaten Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam, Rabu, menyebabkan kepanikan warga yang tinggal di Meulaboh-Aceh Barat, Lhokseumawe, dan Lhok Sukon-Aceh Utara, akibatnya listrik di pantai timur hingga Banda Aceh sempat padam.

Wapres

Wakil Presiden (Wapres) Boediono sampai saat ini belum punya rencana mengunjungi lokasi gempa yang melanda Provinsi Aceh dan sekitarnya, tapi akan terus memantau perkembangan terakhir mengenai dampak gempa.

“Sampai kini belum ada rencana Wapres untuk mengunjungi lokasi gempa dan menengok para korban,” kata Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Rabu.

Sekalipun sampai saat ini belum ada rencana mengunjungi Aceh, katanya, bukan berarti tidak menutup kemungkinan Wapres akan datang ke lokasi gempa. “Kita akan lihat perkembangan selanjutnya. Kalau memang memungkinkan dan perkembangan yang sekiranya perlu penanganan penting, Wapres bisa saja datang ke Aceh,” katanya.\ Wapres, tambahnya, setiap saat selalu memperoleh data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai situasi di Aceh.

Harus Tetap Waspada

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono meminta warga Aceh dan sekitarnya untuk tidak panik namun harus tetap waspada menyikapi bencana gempa yang melanda wilayah itu pada Rabu pagi.

“Melalui pemerintah daerah setempat, masyarakat diminta tetap tenang namun tetap waspada,” katanya kepada ANTARA melalui pesan layanan singkat (SMS) saat tengah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Vietnam, Rabu.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masa tanggap darurat.

Menteri juga menyebutkan BNPB menyiagakan 75 personel tim reaksi cepat dan dua pesawat Hercules di Bandara Halim Perdanakusuma untuk menangani gempa di Aceh.

Tim dan pesawat tersebut akan diberangkatkan jika diperlukan dan ada permintaan dari daerah.Selain itu, pada Rabu pagi pukul 06.00 tim kaji cepat yang dipimpin Direktur Tanggap Darurat BNPB telah terlebih dahulu berangkat ke lokasi bencana gempa. “Tim kaji cepat akan mencari data akurat agar penanggulangannya lebih tepat sasaran dan lebih cepat serta kebutuhannya sesuai dengan cakupan dan kerusakannya,” katanya.

Ia menambahkan, pada saat ini korban luka-luka sudah dievakuasi dan diberikan pertolongan medis. Sementara itu, Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan hingga saat ini laporan yang masuk dari tim kaji cepat menunjukkan keadaan bisa tertangani dengan baik, sehingga pihaknya belum memberangkatkan tim reaksi cepat dan pesawat Hercules.

Berdasarkan data yang masuk ke BNPB menyebutkan 11 orang luka berat dan delapan luka ringan akibat gempa di wilayah Sinabang. “Selain itu, sejumlah gedung perkantoran juga mengalami kerusakan ringan, meskipun aliran listrik di wilayah itu sudah kembali normal,” katanya.

TNI-AU Siapkan Dua Pesawat

TNI Angkatan Udara menyiapkan dua pesawat angkut ringan Fokker-28 dan pesawat intai CN-235 untuk melakukan pemotretan udara di Aceh, pasca gempa tujuh SR yang mengguncang wilayah itu pada Rabu pagi.

“Kita siapkan dua pesawat untuk pemotretan udara,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, ketika dikonfirmasi ANTARA usai meninjau kesiapan akhir peringatan HUT ke-64 TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.

Pesawat angkut ringan Fokker-28 bermarkas di Skadron Udara 2 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, sedangkan pesawat intai CN-235 bermarkas di Skadron Udara 5 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin.

Selain dua pesawat untuk melakukan pemotretan udara, TNI Angkatan Udara juga menyiagakan enam unit pesawat angkut berat C-130 Hercules masing-masing tiga unit dari Skadron Udara 31 Pangkalan Udara Halim Perdanaksusuma, dan tiga unit dari Skadron Udara 32 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang.

“Untuk kali pertama, pesawat Fokker-28 yang diberangkatkan untuk pemotretan udara, memantau kondisi di wilayah itu pasca gempa,” tutur Kasau.

Sedangkan Hercules disiapkan untuk mengangkut logistik dan personel, kata Imam menambahkan.

Pada kesempatan yang sama Komandan Skadron 2 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Letkol Pnb Donal Kasenda mengemukakan, pesawat Fokker-28 kini tengah menuju Aceh untuk melakukan pemotretan udara.

“Pesawat dipiloti Kapten Pnb Trinanda dan Kopilot Kapten Pnb Media, dengan rute Jakarta, Pekanbaru, Medan dan Aceh. Pesawat kini tengah menuju Medan,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan, gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya, dengan pusat gempa berada di lokasi 2,30 derajat Lintang Utara dan 96,87 derajat Bujur Timur, sekitar 75 km tenggara Sinabang, dengan kedalaman 34 km.

BMKG mencatat, gempa susulan juga terus terjadi, antara lain pukul 05.26 WIB dengan kekuatan 5,1 SR yang berada sekitar 60 km tenggara Sinabang dan pada pukul 05.28 WIB dengan kekuatan 5,2 SR dengan pusat gempa sekitar 3,2 km timur laut Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Guncangan gempa yang menghantam Kabupaten Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam, Rabu, menyebabkan kepanikan warga yang tinggal di Meulaboh-Aceh Barat, Lhokseumawe, dan Lhok Sukon-Aceh Utara, akibatnya listrik di pantai timur hingga Banda Aceh padam.

Pasokan Listrik Aman di Aceh

Pasokan listrik di daerah Aceh dan sekitarnya yang terkena gempa dan sempat mengalami pemadaman listrik, dinyatakan normal terhitung Kamis (8/4). Normalnya kondisi pasokan listrik tersebut bersamaan dengan selesainya seluruh rangkaian pemeriksaan teknis dan perbaikan infrastuktur PLN yang rusak akibat gempa.

"Semua sudah selesai. Kita sempat khawatir turbin PLTU yang besar seperti Sibolga bengkok karena gempa, ternyata tidak, jadi malam ini akan normal semua," kata Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, di Jakarta, Kamis (8/4).

Dahlan mengungkapkan, gempa bumi yang melanda Aceh pada Rabu (7/4) lalu tidak menyababkan kerusakan berarti pada infrastruktur PLN. Pemadaman di wilayah genpa dilakukan untuk memeriksa kerusakan yang terjadi dan untuk menghindari adanya behaya dari konsleting jika ada kerusakan di trafo atau kabel tertentu akibat goncangan gempa. Akibat gempa, ada sepuluh tiang listrik yang roboh di Simeuleu dan sedang ditegakkan kembali.

"Tidak ada yang rusak tapi banyak sambungan kabel yang longgar karena getaran gempa. Itu harus satu per satu diperiksa di mana longgarnya dan diperbaiki. Katanya malam ini sudah selesai diperbaiki karena itu tidak berat," ujarnya.

Gempa Aceh 7,2 Sr

Gempa Aceh Dirasakan Warga SumbarGempa berkekuatan 7,2 SR di lepas pantai Sinabang, Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (7/4), pukul 05.15 WIB, mengejutkan warga Sumatra Barat

"Tempat tidur serasa diayun-diayun. Meski getarannya tidak terlalu lama, tapi membuat kepala sedikit pusing," kata Sari, warga Parupuk Tabing, Padang, Rabu.

BMKG mengatakan, gempa berkekuatan 7,2 SR tersebut berpusat di 75 km Tenggara Sinabang Aceh, 2.33 lintang utara - 97.02 bujur timur dengan kedalaman pusat gempa 34 km. Gempa tersebut berpotensi tsunami.

Bagi warga Sumbar, getaran gempa kali ini merupakan gempa kedua yang dirasakan dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, gempa darat berkekuatan 4,6 SR mengguncang Sumbar, Selasa (6/4), pukul 01.41 WIB.

Gempa yang berlangsung sekitar 10 detik tersebut dirasakan cukup keras di Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, Padang, Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman dan Agam. Pusat gempa berada di 13 kilometer (km) Barat Laut Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar dengan kedalaman pusat gempa 10 km.

Minggu, 03 Januari 2010

Indonesia Duka Cita

Selamat Tinggal Gus Dur


Kronologi Kondisi Tubuh Gus Dur Sebelum Wafat

Gus Dur sebenarnya tidak menunjukkan gejala akan tiada saat dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tapi, tiba-tiba pada Rabu 30 Desember siang, tim dokter mendapat kabar kondisi Gus Dur drop.

Kronologi Kondisi Tubuh Gus Dur Sebelum Wafat

JAKARTA - Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebenarnya tidak menunjukkan gejala akan tiada saat dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tapi, tiba-tiba pada Rabu 30 Desember siang, tim dokter mendapat kabar kondisi Gus Dur drop.

"Beliau mengeluhkan ada yang sakit di badannya," kata salah satu tim dokter yang merawat Gus Dur, Akmal Taher saat diwawancarai okezone, Rabu 30 Desember malam.

Lantaran, cemas akan kondisi pasiennya yang tersohor sebagai tokoh kharismatik NU tersebut, kontan tim dokter memutuskan membawa GuS Dur ke ruang Intensive Care Unit (ICU) Gedung Pelayanan Jantung Terpadu (PJT), RSCM sekira pukul 11.30 wib. "Tidak sampai satu jam kok di dalam, lalu kondisinya kembali stabil," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Tim Dokter yang merawat Gus Dur, dr. Yusuf Misbah mengatakan, kondisi tubuh Gus Dur mulai kritis pada pukul 18.15 WIB selepas adzan maghrib. Gus Dur saat itu sudah mulai kesulitan bernapas, tekanan darahnya drop sehingga membuatnya sempat koma.

"Kita sudah berupaya memberikan obat untuk menaikkan tekanan darah dan memperbaiki nafasnya, serta melakukan pertolongan medis terhadap jantung dan paru-parunya, tetapi tidak berhasil," terang Misbach.

Seperti diketahui, sebelum meninggal, Gus Dur sempat mendapat terapi trumbektomi atau dalam ilmu kedokteran (medis) diartikan sebagai upaya pengeluaran darah dari pembuluh darah jantung sampai ke bawah bagian perutnya. Namun, upaya tersebut kandas ditengah jalan, lantaran kondisi Gus Dur tiba-tiba drop (menurun).

"Cairan darah itu tidak sempat dikeluarkan semua, baru kemudian beliau kritis pukul 18.15 wib dan tidak ada kemajuan. Lalu, napas beliau berhenti pada pukul 18.45 wib," pungkas dokter Yusuf.

Gus Dur akan dimakamkan berdampingan dengan kakek buyutnya yang masih memiliki garis keturunan (silsilah) dengan kanjeng Sunan Bonang (Walisongo), yakni Maulana Syech KH. Hasyim Asy'ari.

Rabu, 16 Desember 2009

pendidikan

Setelah 3 tahun baru 18.000 dari 300.000 sekolah sambung ke Jardiknas. Muapun target utama "daerah-daerah terpencil...masih banyak yang belum tersedia". Tahun berapa Jardiknas akan siap menjadi salah satu strategi pendidikan nasional? Biayanya sampai sekarang berapa?
  • Hasil penelitian yang membuktikan bahwa Jardiknas dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah di mana? Mutu dan Jumlah bahannya bagaimana?

  • Dari 18.000 sekolah itu, berapa sekolah mempunyai rasio lebih dari 1 komputer untuk 20 siswa? Soalnya rasio 1:20 (sekarang 1:2000) adalah target Depdiknas untuk tahun 2015 dan ini hanya cukup untuk mengajar Mata Pelajaran TIK (paling 2 sampai 4 jam seminggu, kan?). Berarti sekolah-sekolah akan perlu jauh lebih banyak komputer dari 1:20 kalau ingin menggunakan komputer untuk mata pelajaran yang lain, kan?

  • Siapa yang bertangungjawab untuk pemiliharaan komputer-komputer sebanyak ini, Depdiknas? Banyak sekolah di "daerah-daerah terpencil" sedang kurang anggaran untuk memperbaiki papan tulis atau dindingnya, kan?

Apakah Rencana Jardiknas Masuk Akal?

Padahal
, Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll.

"Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak yang rusak!


Kapan kita akan menghadapi isu-isu yang terbukti meningkatkan mutu pendidikan? Pendidikan Yang Terbaik Masih Adalah: Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM (Pembelajaran Kontekstual). ("Mampu" termasuk Kreatif)

"Ujian Nasional Tetap akan Diberlakukan"
(Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh)

"Ia juga mengatakan bahwa program 100 hari dirinya sebagai Mendiknas akan lebih fokus pada perampungan program sambungan internet untuk 17.500 sekolah di Indonesia. Program itu akan menjangkau semua tingkatan sekolah mulai sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA)"

Di mana buktinya bahwa Internet akan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah?
Sebetulnya ada banyak isu dengan anak sekolah mengakses Internet, kan?
Prioritas siapa ini? Paling menguntungkan siapa?

Padahal.... Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll, dan Korupsi Terjadi di Semua Level Penyelenggara Pendidikan, dan UN Tidak Ciptakan Proses Belajar Kreatif, dan kita perlu Setop Kurikulum Merugikan Siswa, juga 70% Lulusan SMA Tanpa Keterampilan Cari Kerja, dan Kemampuan Guru Harus Ditingkatkan (Secara Efektif), dan Ribuan Anak Cacat Usia Sekolah Belum Terlayani, dan Pendidikan Berkualitas Hanya untuk Orang Berduit, dan .........


PASTI KORUPSI DI BIDANG PENDIDIKAN HARUS MENJADI PRIORITAS UTAMA KAN? "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)
Bagaimana program meningkatkan mutu pendidikan yang mana saja dapat berhasil selama korupsi di bidang pendidikan tetap begini?

"DBE3 Telah Memenuhi Permintaan Presiden!"
(Inovasi Pendidikan DBE/USAID)

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada saat membuka Temu Nasional 2009 di Jakarta, 29 Oktober 2009, menyatakan, “Saya minta Menteri Pendidikan Nasional untuk mengubah metodologi belajar-mengajar yang ada selama ini. Sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah jangan hanya gurunya yang aktif , tetapi harus mampu membuat siswanya juga aktif.” (Kompas, 30 Oktober 2009)

Sejak tahun 2005 hingga sekarang, DBE3 menyelenggarakan pelatihan bagi guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas SMP/MTs di enam provinsi yang berfokus pada pengembangan pembelajaran yang menuntut siswa lebih aktif dalam proses belajar. Apa yang dilakukan oleh DBE3 sejalan dengan pernyataan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lengkap....

Dengan Program DBE3 Bersama Teknologi Tepat Guna (Appropriate Technology)
Kita Dapat Membuat Pendidikan Standar Dunia

(Phillip Rekdale - Pendidikan Network)

"KPAI: Pemerintah Harus Patuhi Putusan MA"
(Juru bicara Mahkamah Agung, Hatta Ali)

"Dengan itu, MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 6 Desember 2007, yang menyatakan bahwa pemerintah telah lalai memberikan pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak pendidikan dan hak anak yang menjadi korban UN. Pemerintah juga dinilai lalai meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, sekaligus akses informasi yang lengkap di daerah sebelum pelaksanaan UN."

"Komisi Perlindungan Anak Indonesia, melalui siaran pers yang ditandatangani Ketua Hadi Supeno, Jumat, meminta pemerintah mematuhi putusan MA dengan tak lagi menyelenggarakan UN tahun ajaran 2010 dan tahun-tahun berikutnya sampai pemerintah bisa memenuhi kewajibannya menyediakan standar pendidikan lain secara memadai."

Yang jelas, kami di Pendidikan Network sangat setuju bahwa "pemerintah juga dinilai lalai" kalau melihat dari isu-isu seperti:

  • "Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak yang rusak!

  • "JAKARTA - Indonesia Corrup­tion Watch (ICW) menilai, program sertifikasi guru tidak dapat meningkatkan profesionalisme guru. Alasannya, program itu amat ber­kaitan dengan pemberian tunjangan profesi. Bukan dengan peningkat­an kompetensi mengajar mereka".

  • Maupun memalukan: "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. Hal ini dapat dipahami mengingat adanya desentralisasi pendidikan yang disertai rendahnya kontrol atas dinas pendidikan dan jajarannya." ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)

Informasi Isu-Isu Pendidikan Yang Lebih Lengkap

Mengapa Depdiknas sibuk dengan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), padahal kebanyakan sekolah belum Sekolah Bertaraf Nasional (SBN) saja? Bagaimana kita dapat menilaikan hasilnya siswa-siswi secara nasional oleh sekolah-sekolah yang belum SBN, apa lagi puluhan ribu sekolah adalah rusak atau ambruk?

Apa lagi, Depdiknas kelihatannya masih ingin membagi uang untuk teknologi seperti e-Learning dan Internet yang tidak begitu bermanfaat di tingkat sekolah di negara maju yang mempunyai infrastruktur apa lagi di Indonesia di mana ada "Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa dan dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet". Kebanyakan sekolah belum mempunyai cukup komputer untuk mengajar Mata Pelajaran TIK (yang penting untuk semua anak), apa lagi menggunakan komputer untuk pembelajaran, kan?

Meratakan Mutu Pendidikan dan Kesempatan Untuk Semua Anak Dulu!

Apakah adil kalau kita menilaikan siswa-siswi secara Ujian Nasional sebelum semua sekolah sudah aman, nyaman, kondusif maupun Bertaraf Nasional untuk semua pelajar?

"Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak"
(Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran)

Friday, November 13, 2009 10:05:00 -- PESAWARAN--MI: Sekitar 80% gedung sekolah di kabupaten Pesawaran, Lampung itu rusak. Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, ditemukan hampir 80% gedung sekolah yang tersebar di wilayah Pesawaran rusak dan perlu perbaikan, kata dia Pesawaran, Jumat (13/11).

"Gedung Sekolah Rusak" - Ahhhh... Biasa, Kan?
Pasti Sekolah Rusak & Korupsi Adalah Prioritas Utama Depdiknas Kan?
"Menurut Febri, selama kurun waktu 2004-2009
Kerugian negara mencapai Rp 243,3 miliar."
"Arah Kebijakan Pendidikan Nasional Belum Jelas"
(Anggota Komisi X DPR Dedi S Gumelar)

"Di sisi lain, kata Heri, penyediaan internet secara massal di sekolah juga masih menyisakan masalah. Mendiknas sebelumnya, kata Heri, ternyata masih menunggak utang internet miliaran rupiah. Karena itu kami meminta agar Mendiknas dapat menuntaskannya penyelesaian utang tersebut terlebih dahulu, ujar Heri."

Mengapa Internet Masuk Sekolah DiDukung Oleh Banyak Bisnis?

Apakah Teknologi Adalah Solusi Untuk Pendidikan?

"Peningkatan Kualitas Guru Jadi Target Program 100 Hari Depdiknas"
(Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh)

Pertanyaan Webmaster:

1. Re: "Kami akan melaksanakan pelatihan (upgrading) kepala sekolah selama 2010. Paling tidak ada 30.000 kepala sekolah/pengawas yang harus di-upgrade (ditatar) agar kualitas pendidikan kita juga akan meningkat, kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh."

Kelihatannya strategi ini (pelatihan/upgrading) tidak begitu berhasil sampai sekarang, mengapa? Apa yang akan berbeda dengan pelatihan pada tahun 2010?

Bagaimana Dengan Program Sertifikasi Guru? "ICW Soroti Sertifikasi Depdiknas"
"JAKARTA - Indonesia Corrup­tion Watch (ICW) menilai, program sertifikasi guru tidak dapat meningkatkan profesionalisme guru. Alasannya, program itu amat ber­kaitan dengan pemberian tunjangan profesi. Bukan dengan peningkat­an kompetensi mengajar mereka".

2. Re: "Mendiknas mengatakan hal itu seusai membuka kegiatan finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama Tingkat Nasional yang diikuti para guru dari seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (10/11)."

Dengan rasio: "Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa dan dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet". Kebanyakan sekolah belum mempunyai cukup komputer untuk mengajar Mata Pelajaran TIK (yang penting untuk semua anak), apa lagi menggunakan komputer untuk pembelajaran, kan?

Yang jelas, Media Pembelajaran Berbasis-TIK tidak dapat membantu secara nasional, kan? Berarti bukan prioritas untuk DepdikNasional kan?
Apakah Internet adalah isu penting?
Ref: TeknologiPendidikan.Com


Tetapi ada banyak isu lain yang sangat penting dan urgen, misalnya, "Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW)

Pembelajaran di kelas (yang tidak rusak) oleh guru yang mampu dengan Teknologi Tepat Guna (appropriate) yang melaksanakan Pembelajaran Kontekstual (PAKEM) - masih adalah Cara Belajar Yang Terbaik (dan global).


3. Re: "Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, terkait distribusi guru di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal, pemerintah akan mengambil kebijakan khusus. bahkan, sebanyak 12 kepala dinas pendidikan provinsi dan 33 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota telah diundang untuk memberikan masukan kebutuhan riil pendidikan di daerah terpencil."

"Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya. Hal ini dapat dipahami mengingat adanya desentralisasi pendidikan yang disertai rendahnya kontrol atas dinas pendidikan dan jajarannya."
Ref: ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)

Bukan Memberantaskan Korupsi Isu Utama untuk Target Program 100 Hari Depdiknas?
PojokAntiKorupsi.Com
"Inilah 8 PR Mendiknas.... "
(Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat )

Delapan isu utama di bidang pendidikan tersebut harus diprioritaskan oleh Mendiknas Muhammad Nuh dalam rencana strategis pendidikan 2009-2014. Kedelapan isu tersebut adalah komersialisasi pendidikan, pengkajian ulang standarisasi pendidikan, anggaran pendidikan, sekolah gratis, kesejahteraan guru, korupsi pendidikan, reformasi birokrasi, dan kekerasan dan hak anak dalam pendidikan.

"Pelajar Mesti Melawan Globalisasi"
(Bupati Bantul Idham Samawi)

"YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Bupati Bantul Idham Samawi menyatakan pelajar mesti mempunyai sikap perlawanan terhadap globalisasi yang hanya menjadikan penduduk bangsa ini berperilaku konsumtif. Pelajar tak perlu terseret dalam bingkai kurang gaul atau kurang modern."

"Lakukan perlawanan jika globalisasi itu hanya membuat kita menjadi konsumen yang digiring untuk terus berbelanja. Caranya sederhana, misalnya tak perlu fanatik datang ke mal dan menghabiskan uang di sana. Biar saya dicap ndeso karena tidak ke mal, ujarnya."

Saya setuju, tetapi bukan "Melawan Globalisasi" isunya, itu 'Marketing Yang Menggunakan Nama Globalisasi' Yang Perlu Diawasi. Isu-isu utama terhadap Globalisasi adalah Manajemen Negara Yang Efektif, SDM Yang Bermutu, Kreativitas Bangsa dan Bahasa Inggris, bukan beli barang atau produk teknologi. Kita bisa menghadapi globalisasi oleh membangunkan pertanian, industri, penelitian, dll. Mengapa teknologi digital disebut terus sebagai isu yang paling penting? Menguntungkan Siapa?

Yang tidak masuk akal adalah bahasa seperti "Hadapi Generasi Digital" yang sebenarnya tidak ada artinya, kami sudah lama "hidup di dunia digital"
.

Saya sudah bekerja di dunia digital di bidang pendidikan sejak tahun 1975 (zaman HP 2100A Mini Computers). Sejak waktu itu mahasiswa/i sudah memakai komputer dan kami juga menggunakan terminologi "Generasi Digital" di luar negeri. Pada akhir tahun 70an saya membantu siswa-siswi merakit komputer dan beberapa sekolah sudah mempunyai lab komputer. Sejak tahun 1984 kita sudah menggunakan komputer dan laboratorium bahasa yang digital untuk mendidik pelajar-pelajar di Indonesia, dan banyak siswa-siswi di SD saja sudah lama dan sudah biasa menggunakan peralatan digital, misalnya jam, hanfon, DVD, maupun warnet di kota besar.

Bagaimana kemajuan anak-anak kita yang tinggal di kota besar dan sudah lama mengakses dan menggunakan Internet, lebih pandai? "Rural students rule Olympiad"

Yang disebutkan terus adalah "akses informasi". Tetapi kebanyakan informasi adalah di dalam bahasa Inggris, berapa persen siswa-siswi kita dapat mengerti informasinya?

Salah satu isu pendidikan sekarang adalah bagaimana kita dapat "Menghadapi Era Informasi Tanpa Batas (Maupun Tanpa Kontrol)"? Misalnya akses ke Internet juga membawa banyak resiko untuk pelajar.

Sabtu, 14 November 2009

nakalnya anak2 sekarang

kenakalan anak remaja

PREMANISME
Geng Siswi SMA
Resahkan Warga Pati



SEMARANG : Hanya dalam tempo satu minggu, masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dibuat geger oleh munculnya rekaman video kekerasan dari HP (handphone) ke HP. Ironisnya, pelaku tindak kekerasan itu adalah cewek ABG yang masih berstatus pelajar SMA. Sedangkan yang menjadi korban kekerasan, tak lain gadis ABG yang akan menjadi anggota baru geng mereka.
Dan aparat kepolisian setempat berhasil mengungkap jaringan Geng cewek "Nero" (Neko-neko Dikeroyok) itu dan menangkap empat pelakunya. Namun, belum lagi kasus itu rampung ditangani, Sabtu lalu masyarakat Pati kembali terhenyak dengan beredarnya video aksi kekerasan serupa, yang kali ini dilakukan Geng cewek "Brenksek".
Sehubungan dengan kasus yang memprihatinkan itu, yang bisa mencoreng lembaga pendidikan tersebut, Wakil Bupati Pati Hj Kartina Sukawati SE MM mendesak komunitas Cah Pati untuk ikut melacak sampai tuntas kemungkinan Geng Nero yang beranggotakan siswi SMA di Batangan dan Juwana tersebut. Sebab, dikhawatirkan mereka mempunyai jaringan di sekolah lain.
Kartina mengaku apa yang dilakukan oleh geng itu benar-benar mengenaskan. Apalagi para pelakunya adalah kumpulan anak-anak baru gede (ABG) yang seharusnya lebih mengutamakan sekolah. Bukan sebaliknya, berperilaku kekerasan yang sangat tidak layak jika dilakukan pelajar.
Komunitas Cah Pati, yang terbentuk berdasarkan SK Bupati, lanjut Kartina, diminta segera terjun ke lapangan guna memburu ada tidaknya jaringan geng yang berawal dari SMA Batangan dan Juwana tersebut. Kalau ditemukan indikasi keterlibatan sekolah lain, maka penanganan selanjutnya ada pada aparat kepolisian.
Sementara itu, setelah rekaman video kekerasan oleh empat remaja putri yang menamakan diri Geng Nero terhadap teman sebayanya terungkap, di Pati Sabtu lalu kembali beredar adegan serupa di daerah Juwana. Belum diketahui pasti siapa pelaku dan korban dalam video yang tersebar lewat HP tersebut. Warga hanya menyebut pelakunya dari geng cewek Geng Brenksek.
Dibanding rekaman video Geng Nero, adegan dalam video Geng Brenksek jauh lebih sadis. Dalam rekaman terlihat seorang remaja putri berjaket hitam dan bercelana jins pendek tengah dikeroyok habis-habisan oleh sekitar enam cewek ABG.
Seorang pelaku berkaus merah dan becelana jins pendek bahkan menampakkan mimik sadis saat menganiaya korbannya. Dia terus melakukan pemukulan pada bagian kepala dan menjambak rambut meski korban sudah jatuh tersungkur.
Dari kejauhan tampak sejumlah orang bergerombol menyaksikan pengeroyokan. Tak ada yang berupaya melerai aksi brutal para cewek ABG tersebut. Rekaman berdurasi 57 detik itu dilakukan di sebuah jalan, yang sebelah kirinya terlihat tegalan atau tanah kosong dan sebelah kanannya pepohonan.

Jumat, 16 Oktober 2009

akibat gempa

Direktur Utama PT PLN (Persero), Fahmi Mochtar mengatakan, bagi korban gempa di Sumatera Barat (Sumbar) yang mengalami kerusakan jaringan listrik ke rumah dan gedung dibebaskan biaya penyambungannya.

“Kita membebaskan biaya penyambungan jaringan listrik rumah dan gedung yang rusak akibat gempa dengan rentang waktu selama 1 tahun. Kini sistem kelistrikan di Sumbar sudah normal,” kata Fahmi Mochtar di Padang, Jumat (16/10).

Hal tersebut disampaika Fahmi dalam pertemuan dengan Pemprov Sumbar yang diwakili Wakil Gubernur Marlis Rahman di Posko Satkorlak PB di Sumbar. Jadi, lanjutnya, bila ada masyarakat yang bertanya kepada pemerintah daerah (Pemda) masalah penyambungan kembali jaringan itu, kebijakan PLN telah membebaskan biaya.

Namun, tentunya sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan dan khusus bagi rumah warga dan gedung yang rusak akibat bencana gempa.

Kunjungan Dirut PLN ke Sumbar dalam rangka menarik secara resmi relawan kelistrikan yang dikirim untuk melakukan upaya pemulihan jaringan listrik pascagempa 30 September 2009.

Selama masa tanggap darurat, kata Fahmi, mencapai 560 orang tenaga teknis kelistrikan yang dikerahkan untuk memperbaiki jaringan listrik di wilayah Padang, Pariaman dan sekitarnya.

Langkah antisipasinya dalam masa tanggap darurat diambil peralatan yang akan dibangun pada gardu induk di Bungus Teluk Kabung Padang, sehingga dikanibal bisa hidup sebagian di wilayah Sumbar. Terkait dari 11 gardu induk di Sumbar, hanya enam unit yang bisa beroperasi tetapi pada Kamis siang sekitar pukul 15:00 WIB, atau tidak sampai dalam waktu hitungan 24 jam pascagempa terjadi listrik sebagian di Padang.

“Kami sudah menegaskan supaya listrik dihidupkan pada fasilitas umum, maka yang pertama dihidupkan di Rumah Sakit (RS) M Djamil dan Posko pusat Satkotlak PP Sumbar, karena sebagai pusat pengendali dalam masa tanggap darurat,” katanya.

Fahmi juga mengatakan, setelah dilakukan verifikasi waktu sehari pasca gempa terdapat 245 kilometer jaringan tegangan rendah yang harus dibereskan. Kemudian tercatat 445 km jaringan tegangan rendah dan 220 gardu distribusi roboh, lalu berkat kerjasama yang baik petugas PLN yang dikirim berbagai daerah, termasuk dari Jakarta dan Tangerang sehingga hari ke tiga pascagempa seluruh Kota Pariaman sudah hidup dan sekitar 50 persen di Padang hidup.

“Alhamdulillah, pada hari ke sembilan seluruh wilayah Padang, Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman kembali hidup,” katanya.

PLN telah melakukan tanggap darurat, rekonstruksi dan rehabilitasi dalam waktu bersamaan sehingga kini semua peralatan sudah beroperasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman mengucapkan terima kasih yang atas kerjasama dan kepedulian yang tinggi dari pihak PLN, baik yang berada di Sumbar maupun yang datang dari laur provinsi dalam pengadaan sistem kelistrikan di Sumbar.

Hal ini, tentunya wujud kebersamaan yang luar biasa, bahkan petugas PLN berdatangan yang bukan dari daerah terkena gempa untuk membantu.

“Saya sering keliling Kota Padang, pascagempa begitu terlihat gigihnya petugas dari PLN dalam upaya menormalkan jaringan listrik. Tapi, bagi daerah yang masih belum hidup, juga telah dikirim PLN genset sebagai alternatif menjelang jaringan baik,”

gempa lampung 16 oktober


BANDARLAMPUNG, (PRLM).- Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang berpusat 42 kilometer barat daya Ujung Kulon Banten dirasakan di sejumlah tempat di Lampung.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bumi, Lampung Utara, Chrismanto saat dihubungi, di Bandarlampung, Jumat (16/10), mengatakan getaran gempa tersebut dirasakan di Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Barat dan Tanggamus. "Gempa dengan kedalaman 10 Km itu getarannya cukup terasa, terutama di Lampung Selatan dan Tanggamus," kata dia.

Ia menyebutkan, gempa berpusat 42 kilometer barat daya Ujung Kulon dan 78 kilomter barat daya gunung Krakatau intensitasnya rendah, tetapi warga Lampung dan sekitarnya harus waspada.

Menurut dia, gempa yang dirasakan di Bandarlampung berkekuatan 3 MMI, Lampung Selatan 2-3 MMI, Lampung Barat 2-3 MMI dan Tanggamus 2 MMI. Chrismanto menjelaskan, kekuatan 3 MMI itu getarannya seperti kendaraan truk yang sedang melintas. sedang 2 MMI getarannya dapat menggoyangkan benda yang tergantung.

Gempa tektonik itu kata dia tidak berpotensi tsunami dan tidak ada pengaruh dengan Gunung Anak Krakatau. "Gempa berpusat di Ujung Kulon itu berupa gempa tektonik, bukan vulkanik," kata dia pula.

Ia mengharapkan, penduduk di Lampung tetap waspada terhadap peristiwa gempa bumi yang terjadi di Tanah Air, karena daerah ini merupakan jalur gempa. Daerah di Lampung seperti Pantai Barat Krui merupakan jalur gempa. "Beberapa wilayah lain seperti Selat Sunda, Enggano dan Bintuha juga merupakan daerah jalur gempa," kata dia menambahkan.

tawuran sma depok...


Puluhan siswa STM dan SMK Taman Siswa berjalan pulang bergerombol setelah tawuran dengan siswa SMU dari sekolah lain (Foto: Koran SI)

DEPOK ? Peristiwa tawuran antar siswa sekolah menengah kembali terjadi pukul 14.00 WIB di Depok. Tawuran yang melibatkan siswa SMA Yapemri, Siswa SMK 1 Perintis dan SMA Kasih Pemuda terjadi di dua lokasi di Jalan Siliwangi, dekat RS Ibu dan Anak Hermina Depok dan Jalan Tole Iskandar.

Pantuan okezone, peristiwa bermula saat pelajar tiga orang pelajar SMK 1 Perintis dan SMA Kasih Pemuda yang baru pulang sekolah melihat belasan pelajar SMA Yapemri yang tengah berada di dalam angkutan umum melintas di Jalan Siliwangi.

Saat itu, sontak terjadi aksi saling ejek antara para pelajar. Merasa tersinggung, para siswa SMK Yapemri kemudian turun dari angkutan yang mereka tumpangi dan berusaha menghajar "musuh" mereka. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara para pelajar yang bertikai tersebut di pinggir jalan yang tengah dipadati kendaraan. Aksi tawuran tersebut juga menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Siliwangi.

Geram melihat aksi jalanan para pelajar, sejumlah petugas keamanan SMK 1 Perintis langsung berusaha melerai, bersama sejumlah warga sekitar. Mengetahui hal itu, para pelajar SMA Yapemri kocar-kacir melarikan diri dengan menumpang angkutan umum.

Namun, ternyata aksi tawuran tersebut berlanjut di Jalan Tole Iskandar, sekitar 1 km dari lokasi tawuran pertama. Di tempat tersebut, belasan siswa SMA Yapemri yang masih mengenakan seragam terlihat tengah menghajar tiga orang siswa dari SMK 1 Perintis dan SMA Kasih Pemuda. Tak hanya dengan tangan kosong, mereka juga terlihat mengayu-ayunkan sabuk berkepala besi ke arah ketiga siswa tersebut.

Karena ketakutan, ketiga siswa, tersebut lari kocar-kocar meninggalkan sepeda motor yang mereka tumpangi. Para pelajar SMA Yapemri kemudian melampiaskan kemarahannya dengan menendang dan memukul skuter musuhnya tersebut. Beruntung beberapa saat kemudian, muncul sejumlah warga yang berhasil menghentikan aksi perusakan tersebut.

Yuri,36 salah seorang saksi mata mengatakan peristiwa tersebut dipicu oleh tindakan ketiga siswa SMK 1 Perintis dan SMA Kasih Pemuda yang melempari angkutan yang ditumpangi belasan siswa SMA Yapemri. "Tiga anak itu sengaja menunggu mereka disini. Waktu anak SMA Yapemri lewat, langsung mereka lempari," ujar Yuri di tempat kejadian kemarin.

Pernyataan tersebut dibantah Indra,16 siswa kelas 2 SMA Kasih pemuda dan Bayu,16 siswa kelas 2 SMK 1 Perintis salah satu siswa yang terlibat tawuran tersebut. "Bukan kami yang mulai," kata Indra yang langsung melarikan diri.

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya AKP Lilik Aryanto mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya untuk mencegah terjadinya tawuran di wilayah hukumnya. Dia mengaku sudah menempatkan anggotanya di lokasi-lokasi dan waktu rawan terjadinya tawuran. "Jika ada yang terlibat kita akan berikan sanksi khusus dan memanggil orang tuanya,